Home » » Triton, Bulan Terbesar Neptunus yang Super Dingin

Triton, Bulan Terbesar Neptunus yang Super Dingin

neptunus

Situ Saja-
Triton merupakan bulan / satelit alam yang paling besar dari total 13 bulan yang dimiliki Neptunus.

Triton sekaligus menjadi satu-satunya bulan di tata surya yang memiliki arah orbit yang berlawanan dengan arah rotasi planetnya atau yang biasa disebutretrograde. Sekilas Triton ini sangat mirip dengan Pluto sehingga astronom berpendapat bahwa Triton dan Pluto mempunyai asal usul yang sama. Hal itudiperkuat dengan pendapat bahwa bulan sebuah planet tidak mungkin terbentuk jika arah orbitnya berlawananarah.

Sama seperti bulan kita, Triton juga terkunci oleh gravitasi Neptunus sehingga berhenti berotasi. Namun karena kemiringan orbit yang tidak biasa, maka daerah kutub bergantian menghadap Matahari.Foto permukaan Triton.

Tampak fitur kerak es yang merupakan hasil kondensasi Nitrogen akibat suhu yang terlalu dingin. Bentuk es kasar sangat terlihat yang diperkirakan ini terbentuk sebagai akibat dari gumpalan es yang dialiri arus lava dingin. Tinggi dari gunung es ini bervariasi hingga beberapa ratus meter.Klikgambar untuk memperbesar.

Triton memiliki diameter sekira 2.700 km. Besarnya 22 persen lebih kecil dari bulan Bumi kita. Berdasarkan foto yang diambil oleh wahana Voyager 2 pada tahun 1989, terlihat bahwa permukaan Triton terdiri dari dataran halus, sedikit kawah, dan banyak kerak es dan lubang-lubang bulat yang terbentuk oleh aktivitas aliran lava dingin.

Atmosfer Triton sangat tipis yang kebanyakan terdiri dari Nitrogen dan sedikit Metana. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh aktivitas gunung berapidan pengaruh musiman dari Matahari. Ada 3 bulan Neptunus yang memiliki aktivitas vulkanik aktif saat ini yakni Triton, Io, dan Venus.

Walaupun memiliki gunung berapi, ternyata suhu di permukaan Triton sangat dingin yaknisekira -235 derajat Celcius.Nama Triton diambil dari nama salah satu dewa laut Yunani.

Triton ditemukanpada 10 Oktober 1846 oleh astronom Inggris William Lassell dan penemuan itu hanya selang 17 hari setelah penemuan planet Neptunus oleh astronom Jerman, Johann Gottfried Galle dan Heinrich Louis d'Arrest.

(NS, NSC, Adi Saputro/ www.astronomi.us)

http://situsaja.blogspot.com


Bagikan Artikel :

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Powered by Blogger.
 
Support : SituSaja | Tentang Aku | Pasang Iklan
Copyright © 2011-2015. gudang artikel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Wawan Se
Proudly powered by Blogger